Jumat, 17 Oktober 2014

Benang Kusut Gerakan Dakwah di Indonesia

Dakwah dalam termonologi sejarah Islam adalah gerakan yang tertua, sejak Adam a.s diciptakan dan menerima amanah Ilahi menjadi Khalifah fil Ardhi, starting point gerakan dakwah mulai digerakan dan ditujukan kepada bani Adam. Misi pengembanan dakwah merupakan misi utama para nabi dan rosul. Nabi Muhammad SAW Rosul terakhir pilihan Allah telah berhasil menyempurnakan misi dakwah para Rosul sebelumnya, Islam sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin menerobos dimensi kehidupan manusia secara individu maupun sosial untuk hanya menerima Allah Al-Kholiq yang diibadahi dengan menjadikan al-Qur’an dan Sunnah Rosululloh sebagai pedoman hidup manusia. Islam telah menembus batas-batas wilayah, budaya, adat istiadat untuk hanya menerima Syari’at Islam yang menyelamatkan hidup dan kehidupan dhohir bathin di dunia dan akherat.
Sejarah Dakwah Islam di Indonesia memberikan perubahan yang luar biasa bagi peradaban manusia Indonesia. Kiprah para wali – Wali Songo di tanah Indonesia yang berhasil mendirikan kekuasaan Islam di Jawa (Kerajaan Islam Demak), Sumatera (Kerajaan Samudera Pasai), Maluku, Ternate, Tidore dan lain-lain menjadi bukti adanya akar Ideologis dari setiap gerakan dakwah di masa lalu untuk terbagunnya sosio politik Islam. Kiprah gerakan dakwah tidak pernah berhenti oleh jaman dalam situasi dan kondisi apapun juga. Sejak Belanda datang untuk menjajah negeri ini sampai hengkang yang selanjutnya di ambil alih oleh Fasisme Jepang juga pada masa Revolusi Nasional, spirit yang menyala dari setiap pembela Allah dan Rosul-Nya terus terwariskan dari generasi ke generasi menggelora di dalam dada menjadi aksi tiada henti sampai Fatah dan Falah di dapatkan.
Beragam macam dan corak gerakan dakwah yang ada di Indonesia sampai saat ini menghasilkan apresiasi yang beragam. Disatu sisi macam dan corak dakwah membentuk suatu “pelangi” indah yang membawa kepada kemasyalahatan umat Islam, ada kegairahan dalam mengenal, memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Umat Islam dibuat “melek” terhadap tawaran-tawaran dakwah yang dijalankan baik secara gerak organisasi maupun individu-individu aktifis dakwah. Dakwah menjadi “santapan” empuk yang mengisi lorong-lorong akal yang awalnya dangkal, relung-relung ruhani yang awalnya gersang dan gerak jasmani yang awalnya rigid – kaku untuk beramal. Dengan adanya ragam dan corak dakwah, manusia seakan diisi oleh sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk menjalani hidup dan kehidupan dunia secara hakiki.
Disisi yang lain macam dan corak dakwah membentuk “benang kusut” yang tiada ujung pangkal. Dakwah seyogyanya membuahkan yang “Hak” terlihat benarnya dan yang “Bathil” terbukti salahnya. Dakwah seyogyanya menghasilkan keseragaman pola pikir, pola sikap dan pola tindak umat Islam secara sinergis membentuk Ummatan Wahidathan. Tapi apa yang terjadi “benang kusut” gerakan dakwah berbuah kontra-produktif dari tujuan Allah SWT yang memerintahkan kepada Ummat Islam untuk tampil sebagai “Pelaku Dakwah”.
Akhirnya semakin lama “pelangi” yang indah di langit biru bersentuhan dengan “benang kusut” di padang gersang yang semerawut. Warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu dan abu-abu (Mejikuhibiniu) tak terlihat secara indah tetapi berubah menjadi samar dalam “bola kusut warna pelangi dakwah”. Dakwah yang menyerukan kebenaran bertempur dengan dakwah yang menyerukan kesesatan. Lalu siapa yang menjadi pemenang ????
Secara teoritik, Drs. H. Syukriadi Sambas M.Si., Dosen IAIN Sunan Gunung Jati membagi dakwah dalam katagori pelaku terdiri dari (a) Dakwah Allah, (b) Dakwah Nabi, (c) Dakwah Umat Nabi, (d) Dakwah Kafir dan (e) Dakwah Syaitan.
Dakwah Allah adalah dakwah ilahiyah yang bersifat tanajuli dengan pesan dakwah berupa shirath mustaqim dan tujuan dakwah adalah dar as-salam. Dakwah nabi dan rosul adalah membawa pesan informasi Ilahiyah kepada ummat manusia agar hanya beribadah kepada Allah SWT, dakwah umat nabi dan rosul menyampaikan pesan al-Islam sebagai ajaran Ilahi yang mengatur tata kehidupan umat manusia yang menjamin keselamatan hidup di dunia dan akherat. Sementara dakwah kafir dan dakwah syetan adalah segala macam bentuk ajakan untuk menyimpangkan manusia dari kewajiban melaksanakan Islam secara kaffah .
Problemnya adalah perseteruan dakwah umat nabi dan dakwah kafir atau dakwah syetan bisa menggunakan “al-Islam” sebagai pesan dan alat untuk mencapai maksud dan tujuan masing-masing. Orang-orang kafir dari kubu zionisme, komunisme ataupun salibisme yang merupakan musuh umat Islam sepanjang jaman, bisa “memanfaatkan” umat Islam untuk menghancurkan Islam itu sendiri dan konyolnya umat Islam “tertentu” dengan “santai” melaksanakan program-progam mereka sebagai sebuah kewajiban .
Indonesia sebagai bangsa dengan mayoritas umat Islam, adalah sasaran empuk dari zionisme, komunisme ataupun salibisme yang berselingkuh dengan Nasionalisme, Sukuisme dan Ashobiyyah-isme dalam melaksanakan proyek internasional untuk menghantam gerakan Islam, dan mencabut fikrah islamiyah dari tatanan kehidupan. Beragam bentuk dan pola mereka gunakan yang didukung oleh SDM dan dana yang sungguh luar biasa. Disinilah pertarungan sesungguhnya terjadi.
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka” (Qs. Al-Baqarah :120)
“Akan datang di satu masa, dimana kalian dikerumuni dari berbagai arah, bagaikan segerombolan orang-orang yang rakus yang berkerumun berebut disekitar hidangan. Diantara para sahabat bertanya keheranan : “ Apakah karena diwaktu itu kita berjumlah sedikit, ya Rasululloh? Rasul menjawab : “Bukan, bahkan jumlah kalian waktu itu banyak. Akan tetapi kalian laksana buih terapung-apung. Pada waktu itu rasa takut di hati lawanmu telah dicabut oleh Allah, dan dalam jiwamu tertanam penyakit al-wahnu” Apa itu Alwahnu?” Tanya sahabat. Jawab Rosululloh : “cinta yang berlebih-lebihan terhadap dunia dan takut yang berlebih-lebihan terhadap mati”. (Hadist Rosululloh)

wallahu a'lam bissawab...
bersambung.... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

partisipasi pemikiran anda kami tunggu