Idul
Adha telah tiba, berbagai macam tradisi tentang Idul Adha terlihat menghiasi
ramainya Idul Adha tahun ini. Tradisi-tradisi yang berkembang seiring
berjalannya perjalanan sejarah peradaban manusia lahir dari adanya interaksi
antar masyarakat setempat, juga beberapa yang lain lahir dari interaksi antara
masyarakat setempat dengan masyarakat dari daerah lain, hal ini biasa kita
sebut dengan akulturasi budaya. Tradisi-tradisi yang berkembang tersebut seakan
telah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat
Sampang.
Beberapa
waktu yang lalu, tepatnya saat sedang berlangsungnya uforia Idul Adha, saya
dikagetkan dengan sebuah pemandangan yang tidak biasa, sebuah kejadian yang
menurut saya diluar dari kebiasaan masyarakat Sampang yang terkenal dengan
kesantunannya. Yaitu arakan-arakan yang berlebihan dengan diiringi musik remix
di atas mobil lengkap dengan para penarinya di atas mobil. Bagi sebagian orang
yang telah terbiasa dengan ramainya dunia malam itu sudah biasa, tapi bagi
orang-orang yang tidak terbiasa dengan itu semua, itu bagian dari kemerosotasn
nilai-nilai luhur bangsa yang menjadi landasan moral bangsa Indonesia.
Kemerosotan
nilai-nilai yang terjadi saat ini seakan mengisyaratkan bahwa di era Globalisasi
ini sudah saatnya bangsa Indonesia khususnya masyarakat Sampang melakukan
reformasi akhlak. Sebuah reformasi dimana nilai-nilai luhur bangsa yang
termaktub dalam pancasila menjadi dasar beretika bangsa, etika yang dimaksud
tidak hanya dalam berperilaku dalam lingkungan masyarakat, tapi lebih dari itu
etika yang dimaksud juga dalam lungkungan politik. Hal ini merupakan bagian
dari upaya menciptakan masyarakat yang bermoral di bumi pertiwi ini.
Semua
itu mengingatkan saya kepada sebuah sabda Nabi Saw yang mengatakan bahwa “aku
diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak”. sebuah misi kenabian
seorang hamba Allah yang bernama Muhammad, yang dilahirkan ditengah-tengah kerasnya
krisis moral yang terjadi pada saat itu dikalangan bangsa Arab menjadikan Rasul
Allah ini tetap tegar dan dengan kesabarannya beliau berhasil membawa umat
manusia hijrah dari kegelapan moral menuju peradaban yang diridhai Allah Swt. hal
itu menunjukkan betapa pentingnya akhlak bagi perkembangan peradaban manusia.
Oleh
sebab itu, kirannya adanya reformasi akhlak bagi bangsa ini perlu segera
dilakukan untuk mengatasi degradasi moral yang tidak sesuai dengan nilai-nilai
luhur bangsa ini, tentunya hal tersebut tidak hanya dapat dilakukan melalui
pendidikan dengan kurikulum 2013-nya saja, dan tidak pula dapat dicapai hanya
dengan pengawalan transformasi sosial saja, tapi lebih dari itu keduannya harus
saling bersinergi antara penanaman nilai-nilai dalam pendidikan dengan proses
pengawalan transformasi sosial dalam lingkungan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
partisipasi pemikiran anda kami tunggu