Kamis, 02 Februari 2017

Kesadaran Manusia dalam Beragama

Agama merupakan salah satu aspek yang menentukan kemajuan dan kemunduaran manusia. Agama juga merupakan aspek kebutuhan rohaniyah manusia dalam menjalani kehidupannya.  Manusia yang merupakan makhluk viptaan tuhan yang kaya akan potensi, mereka selalu berkembang sesuai dengan keadaan yang mereka alami, hal demikian karena manusia memiliki potenti untuk bernalar dan memproses segala informasi yang masuk kedalam memori otaknya, berbeda dengan kebanyakan hewan yang hanya dapat menangkap informasi yang mereka dapat, manusia memiliki kemampuan yang kompleks sehingga memungkinkan manusia dapat bertahan dan beradaptasi dalam berbagai lingkungan yang berbeda-beda.
Dengan kemampuan yang kopleks tersebut, tidak heran jika manusia menjadi satu-satunya makhluk di bumi yang dapat menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi.  Akan tetapi dengan kemampuan yang kompleks tersebut tidak jarang manusia mengalami berbagai persoalan yang sukar untuk mereka selesaikan. Hal ini karena walaupun manusia memiliki kemampuan yang komplekals, kemampuan tersebut masih memiliki berbagai kekurangan karena manusia masih terbatas akan ruang dan waktu (space and time). Menyadari akan kekurangannya, manusia selalu membutuhkan kekuatan yang berasal dari luar dirinya yang kemampuannya dapat melebihi kekuatanya dan yang dapt memberikan ketenangan dalam jiwa manusia tersebut, dan itu telah menandakan bahwa ada sifat ketergantungan yang ada dalam diri manusia. Dan ini menjadi cikal bakal adanya kepercayaan manusia kepada kekuatan yang supra natural yang mereka sebut dengan istilah tuhan.
Kepercayaan manusia akan adanya tuhan melahirkan berbagai macam golongan yang bersifat relogius  tergantung objek yang mereka tuhankan, seperti matahari, bulan, batu, pohon, roh leluhur, dan sebagainya. Hal menciptakan berbagai macam golongan yang mereka sebut dengan Agama, religion, atau الدين  . Agama-agama tersebut selalu berkembang seirama dengan perkembangan peradaban manusia.
Agama yang selalau hadir dalam setiap problem yang dihadapi manusia seakan menandakan bahwa peran agama tidak hanya untuk meberikan ketentraman batin, tapi lebih dari itu agama juga dijadikan sebagai alat intuk mencapai kepentingan politik. Tidak heran jika karl maxs mengatakan bahwa agama adalah candu masyarakat hal demikian karena banyaknya manusia yang menggunakan agama untuk mencapai tujuannya baik dalam politik kekuasaan maupun politik ekonomi.
Pendapat karl maxs tersebut sebenarnya tidak dapat dibenarkan, karena agama memang selalu bensentuhan dengan permasalahan-permasalahan manusia yang bersifat multidimensi, dalam agama selalu memberi arahan kepada manusia baik pendidikan, ekonomi, politik, dan sebagainnya.  Sehingga hal drmikian bukanlah hal baru, tapi sejak dulu dan sejak awal adanya suatu agama memang selalu bensentuhan dengan permasalahan manusia, karena agama memang ada untuk membantu manusia menyelesaikan masalahnya.  Dalam sejarahnya agama seperti agama islam tidak terlepas dengan dinamika politik dalam menyebarkan ajaranya. Dan juga seperti agama kristen yang terlibat dalam perang salib untuk merebut kekuasaan di eropa.  Hal demikian manunjukkan betapa berpengaruhnya agama dalam politik dan ekonomi.  Dan tidak dapat dibenarkan jika ada pemetakan antara agama dengan ekonomi, politik, dan bahkan pendidikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

partisipasi pemikiran anda kami tunggu